Monday, May 28, 2018

Memaknai istiqomah



Segala puji hanya milik Allah semata Tuhan penguasa alam semesta. Semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap terlimpahkan kepada utusan-Nya yang mulia yakni teladan kita Nabi Muhammad SAW.

Sesungguhnya nikmat Allâh Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya tidak terbatas. Di antara nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam. Demikian juga nikmat istiqomah di atas iman. Hal ini ditunjukkan oleh hadits di bawah ini:
Dari Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi, ia berkata: “Wahai Rasûlullâh, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!” Beliau menjawab: “Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu istiqomahlah”. [HR Muslim, no. 38].
MAKNA ISTIQOMAH
Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah (wafat tahun 795 H) berkata menjelaskan makna istiqomah dan kedudukan hadits ini dengan mengatakan: “Istiqomah adalah meniti jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, dengan tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Dan istiqomah mencakup melakukan semua ketaatan yang lahir dan yang batin dan meninggalkan semua perkara yang dilarang. Maka wasiat ini mencakup seluruh ajaran agama”.[1]
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 112.
فَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡاْۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ١١٢
Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. [Hûd/11:112].
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Syûrâ ayat 15.
فَلِذَٰلِكَ فَٱدۡعُۖ وَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَۖ وَلَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَهُمۡۖ وَقُلۡ ءَامَنتُ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِن كِتَٰبٖۖ وَأُمِرۡتُ لِأَعۡدِلَ بَيۡنَكُمُۖ ٱللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمۡۖ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَلَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡۖ لَا حُجَّةَ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُۖ ٱللَّهُ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَاۖ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ١٥
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan istiqomahlah (tetaplah dalam agama dan lanjutkanlah berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka. Dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allâh dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allâh-lah tuhan kami dan tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu, tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allâh akan mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah tempat kembali (kita)”. [Syûrâ/42:15].
ISTIQOMAH HATI DAN ANGGOTA BADAN
Imam Ibnu Rajab al-Hambali berkata: Pokok istiqomah adalah istiqomah hati di atas tauhid. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Ahqâf ayat 13.

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ١٣
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka”. [al-Ahqâf/46:13].
Ketika hati telah istiqomah di atas ma’rifah (pengetahuan) terhadap Allâh, khasyah (takut) kepada Allâh, mengagungkan Allâh, menghormati-Nya, mencintai-Nya, menghendaki-Nya, berharap kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, tawakal kepada-Nya, dan berpaling dari selain-Nya; maka semua anggota badan juga istiqomah di atas ketaatan kepada-Nya. Karena hati merupakaN raja semua anggota badan, dan semua anggota badan merupakan tentara hati. Maka jika raja istiqomah, tentara dan rakyatnya juga istiqomah.
Di dalam Musnad Imam Ahmad dari Anas bin Mâlik , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda: Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk surga. [HR Ahmad, no. 12636].
KEUTAMAAN ISTIQOMAH
Allâh Ta’ala telah memberitakan keutamaan besar yang akan diraih oleh orang-orang yang istiqomah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat ayat 30.
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ٣٠
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allâh” kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allâh kepadamu”. [Fushshilat/41:30].
MOHON AMPUNAN MELENGKAPI ISTIQOMAH
Manusia tidak akan mampu melaksanakan agama ini secara menyeluruh dengan sempurna. Oleh karena itulah Allâh Ta’ala memerintahkan istighfar setelah memerintahkan istiqomah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Fushshilat ayat 6.
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَٱسۡتَقِيمُوٓاْ إِلَيۡهِ وَٱسۡتَغۡفِرُوهُۗ وَوَيۡلٞ لِّلۡمُشۡرِكِينَ ٦
Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka istiqomahlah (tetaplah pada jalan yang lurus) menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya. [Fush-shilat/41:6].
Inilah sedikit penjelasan mengenai istiqomah. semoga penjelasan ini bermanfaat. Wallâhu A’lam.

Keutamaan Membaca Al-Qur’an



Segala puji hanya milik Allah semata Tuhan penguasa alam semesta. Semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap terlimpahkan kepada utusan-Nya yang mulia yakni teladan kita Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Terdapat banyak dalil yang berisi motivasi untuk membaca Al-Qur’an, merenungi makna dan mengamalkannya. Tujuan membaca Al-Qur’an bukan hanya sekedar membaca dan melewati ayat-ayatnya saja serta mengkhatamkan bacaannya sebanyak sepuluh atau dua puluh kali. Bukan ini maksudnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Shod ayat 29.
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩
29. Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
Maksud dan tujuan utamanya adalah mengambil manfaat dari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Membaca Al-Qur’an merupakan sarana dan jalan untuk mengamalkan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an sendiri adalah sebuah amal shalih, namun kita tidak mengkhususkan hanya membaca Al-Qur’an dan berhenti di sana. Lebih dari itu, kita harus merenungi makna dan mengamalkannya, sehingga kita bisa menjadi hamba yang mengambil manfaat dari ayat-ayat Al-Qur’an.
Adapun orang-orang yang hanya membaca Al-Qur’an dan tidak mengamalkannya, maka Al-Qur’an itu akan menuntutnya pada hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu
 “Al-Qur’an itu akan menjadi hujjah/bukti yang membelamu atau yang akan menuntutmu” (HR. Muslim no. 223).
Al-Qur’an menjadi bukti yang membela kita, jika kita mengamalkan kandungannya. Al-Qur’an akan menuntut kita, jika kita tidak mengamalkannya. Sesungguhnya Al-Qur’an akan menjadi musuh pada hari kiamat bagi orang-orang yang membaca dan menghafalnya saja, namun menyelisihi dan tidak mengamalkannya.
Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca Al-Qur’an:
1- Hendaklah yang membaca Al-Qur’an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian.
2- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya.
3- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama.
4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, para ulama sangat menganjurkan membaca Al-Qur’an di masjid. Di samping masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah i’tikaf.
5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an. Duduk ketika itu dalam keadaan sakinah dan penuh ketenangan.
6- Memulai membaca Al-Qur’an dengan membaca ta’awudz. Bacaan ta’awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah “a’udzu billahi minasy syaithonir rajiim”. Membaca ta’awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib.
Perintah untuk membaca ta’awudz di sini disebutkan dalam Al-Qur’an surat An Nahl ayat 98.
فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ ٩٨
98. Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk
7- Membaca “bismillahir rahmanir rahim” di setiap awal surat selain surat Bara’ah (surat At-Taubah). Catatan: Memulai pertengahan surat cukup dengan ta’awudz tanpa bismillahir rahmanir rahim.
8- Hendaknya ketika membaca Al-Qur’an dalam keadaan khusyu’ dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca.
Begitu istimewanya pahala membaca alQuran. Bila kita mendengar al Qur’an dibacakan maka hendaknya menyimaknya dengan baik. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al A’raaf ayat 204,
وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ٢٠٤
204. Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat
Maka, tidakkah kita ingin menjadi bagian dari golongan yang mendapat pahala membaca alQuran? Dengan terus membacanya, bahkan tidak sekadar membacanya. Sebab Allah juga telah memandu kita agar membaca al Qur’an dengan sebaik-baik bacaan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat al Muzammil ayat 4.
 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا ٤
4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan
Pahala membaca alQuran akan kita dapatkan dalam perjalanan di dunia hingga akhirat kelak.
Pahala Membaca alQuran adalah mendapat ketenangan dan dimuliakan Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan tidaklah berkumpul sekelompok orang di rumah dari rumah Allah yang membaca kitabullah serta saling mempelajarinya di antara mereka, kecuali diturunkan atas mereka ketenangan dan dilimpahkan rahmat, dan dikelilingi malaikat.” (HR. Muslim Nomor 4867)
Baru membacanya saja sudah mendapat imbalan pahala membaca alQuran berupa ketenangan dan kemuliaan dari Allah. Dan inilah kunci kebahagiaan. Sebab dengan ketenangan kita akan bahagia di dunia, dan dengan kemuliaan dari Allah maka kita akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat.
Pahala Membaca alQuran adalah diangkatnya derajat.
Berkata Umar, bahwa Nabi kalian shalallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dan merendahkan dengannya yang lainnya dengan kitab al quran.” (HR. Ibnu Majah Nomor 214)
Selain mendapat ketenangan dan kemuliaan, kita juga akan mendapat pahala membaca alQuran berupa terangkatnya derajat nilai hidup kita.
Pahala Membaca alQuran adalah setiap huruf memiliki satu pahala kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miin itu satu huruf, tetapi Alif itu satu huruf dan Laam itu satu huruf dan Miim itu satu huruf.” (HR. At Tirmidzi Nomor 2835)
Bila dua pahala membaca alQuran sebelumnya bisa kita dapatkan tunai dalam kehidupan dunia, maka pahala yang ketiga ini merupakan catatan kebaikan untuk bekal di akhirat kelak. Sekali kita membaca satu hurufnya maka akan mendapat sepuluh pahala membaca alQuran.
Pahala Membaca alQuran adalah mendapat syafaat/ pertolongan di hari kiamat.
Dari Abi Umamah al Baahili radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah al Qur’an maka ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi yang membacanya.” (HR. Muslim Nomor 1337).
Bukan sekadar mendapat cahaya di hari kiamat, juga akan mendapat pahala membaca alQuran berupa syafaat/ pertolongan. Sungguh setiap kita perlu syafaat di hari kiamat. Salah satu syafaat itu bisa kita dapatkan dari al Qur’an, tentu bila kita rajin membaca al Qur’an.
Pahala Membaca alQuran adalah mendapat tempat sesuai akhir bacaan al Qur’an.
Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dikatakan kepada sahabat al Qur’an, ‘Bacalah dan mendakilah! Bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca dengan tartil di dunia! Maka sesungguhnya tempatmu di akhir ayat yang kamu baca.’” (HR. Abu Dawud Nomor 1252)
Begitulah selanjutnya, tempat kita di akhirat pun sesuai akhir bacaan al Qur’an. Sampai ayat mana kita membacanya, maka itulah tingkatan tempat kita sebagai pahala membaca alQuran yang akan kita dapatkan.
Pahala Membaca alQuran adalah kedua orang tuanya mendapat mahkota
Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca AlQur'an dan melaksanakan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya pada hari kiamat nanti akan dipakaikan mahkota yang sinarnya lebih terang dari pada sinar matahari di dalam rumah-rumah didunia. (HR. Abu Daud Nomor 1241)
Inilah puncaknya, mendapat mahkota yang bersinar kemilau. Sehingga tidak hanya dimuliakan di akhirat, melainkan juga dikenali kemuliaannya di akhirat kelak. Dan yang lebih membahagiakan lagi, bahwa kita dapat memuliakan kedua orang tua.




Wednesday, May 23, 2018

Selalu berpikir positif


Di antara sikap yang membuahkan kebahagiaan dalam kehidupan adalah : selalu berpikir positif. Menjaga pikiran agar selalu positif, akan mampu menjauhkan manusia dari sikap iri, dengki, dendam dan kesumat.

Pikiran negatif akan menghantarkan manusia menuju sifat-sifat yang juga negatif. Jika sifat negatif dominan dalam diri seseorang, akan membuat dirinya menderita dan tidak pernah bahagia.

Berpikir positif ini ada dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Paling tidak ada tiga sisi berpikir positif.

1. Berpikir Positif kepada Allah

Diantara hal yang sangat mendasar dalam konteks berpikir positif adalah, hendaknya kita selalu memiliki pikiran positif kepada Allah. Memiliki persangkaan yang baik kepada Allah, karena Allah akan berada seperti persangkaan hamba kepadaNya.

Jika hamba berprasangka baik ---yang diimbangi dengan amal kebaikan--- maka Allah pun baik kepada hamba tersebut. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw dalam hadits qudsi berikut.

“Allah Ta’ala berfirman: Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari”. Hadits Riwayat Bukhari no. 7405 dan Riwayat Muslim no. 2675.

Subhanallah, betapa besar kasih sayang Allah kepada hambaNya. Jika manusia berpikir positif kepada Allah, maka Allah akan berada dalam persangkaan tersebut. Jangan pernah berpikir negatif kepada Allah, niscaya anda akan bahagia.

2. Berpikir Positif terhadap Diri Sendiri

Hendaknya kita selalu berpikir positif tentang diri sendiri. Yang dimaksud adalah, bahwa kehadiran diri kita di muka bumi ini adalah untuk sebuah misi yang pasti dari Sang Pencipta.

Kehadiran kita tidaklah sia-sia. Pasti Allah sudah karuniakan berbagai potensi untuk mengemban misi besar yang Allah berikan kepada kita yaitu misi kekhalifahan. Menganggap diri rendah, tidak berarti, tidak bermakna, tidak berdaya, adalah contoh berpikir negatif tentang diri kita sendiri.

Berpikir positif bahwa dalam diri kita terdapat sangat banyak potensi untuk menunaikan berbagai kebaikan. Berpikir positif bahwa kita bisa, kita mampu, kita kuat, kita hebat, karena diciptakan oleh Allah, Dzat Yang Maha Sempurna.

Orang-orang yang lemah semangat, mudah putus asa, mudah menyerah, adalah dampak dari berpikir negatif tentang diri sendiri. Maka lihatlah diri kita sebagai kreasi dan karya dari Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa.

Mengkesali kondisi diri, adalah produk dari berpikir negatif tentang diri sendiri. Pemikiran negatif terhadap diri sendiri akan melahirkan berbagai sikap dan tindakan yang juga negatif terhadap diri.

Manusia akan terjebak dalam penderitaan, kesengsaraan dan keputusasaan apabila selalu berpikir negatif tentang dirinya. Bagaimana dia akan bahagia, jika selalu berpikir negatif tentang dirinya? Berpikirlah positif terhadap diri sendiri, anda akan selalu bahagia.

3. Berpikir Positif terhadap Orang Lain

Berpikir positif, dalam bahasa agama disebut sebagai husnuzhan, atau berprasangka baik. Sikap husnuzhan merupakan perintah Allah, yang bentuknya adalah larangan berprasangka buruk alias su’uzhan terhadap orang lain.

Allah Ta’ala telah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa” (QS. Al Hujurat: 12).

Berpikir positif terhadap orang lain akan mendatangkan kebahagiaan. Coba bayangkan, jika anda selalu menilai negatif pada orang-orang yang ada di sekitar anda, maka anda tidak akan memiliki teman sama sekali.

Tidak ada orang yang nyaman berada di sekitar anda, jika anda selalu berpikir negatif tentang mereka. Anda akan memiliki banyak sahabat, jika bersikap positif kepada orang-orang di sekitar anda. Sikap positif ini adalah produk dari berpikir positif.

Demikianlah tiga ranah berpikir positif yang akan menghantarkan manusia menuju kebahagiaan. Semoga bulan Ramadhan ini membuat kita mampu selalu berpikir positif.

Yogyakarta 4 Ramadhan 1439 H

Tuesday, May 22, 2018

Syarat n biaya hak cipta


Bagi bagi Bapak/Ibu Rekan dosen yang ingin mendaftarkan Hak Cipta Kekayaan Intelektualnya, dapat berupa Buku Referensi, Modul, Diktat, Produk, Tesis, Disertasi, Journal, Karya Ilmiah, dsb, sekarang ini TIDAK PERLU lagi ke Ditjen HaKI Kemenkum HAM, Cukup daftar ke www.dgip.go.id. Ada baiknya seluruh karya ilmiah yang dimiliki dosen, didaftarkan ke HaKI. Kalau Fakultas bisa memfasilitasi pembiayaannya jauh lebih baik, karena bisa digunakan untuk Borang Akreditasi.

Pilih menu “e-FILING HKI”, kemudian klik Hak Cipta. Setelah masuk LOGIN, klik DAFTAR. Isi Data untutk diregistrasi. Biasanya butuh 1 hari untuk Validasi Akun kita melalui email yang kita daftarkan.
Setelah akun kita berhasil di Validasi, Silahkan mulai isi Usulan HaKI.
Yang perlu disiapkan:
1. Scan KTP (Pdf)
2. Scan NPWP (Pdf)
3. Scan Contoh Ciptaan (Kalau buku cukup : Cover Depan, Cover Belakang, Halaman Publikasi, Daftar Isi, Daftar Pustaka, dan Biografi Penulis)
4. Scan Pernyataan (Pdf, formatnya dapat langsung di unduh di aplikasi)
Setelah semua data terisi, klik Submit. Lakukan pembayaran melalui ATM BRI, via virtual account. Biaya untuk buku dan sejenisnya sekitar Rp 300.000,- sd Rp 400.000,-
Biasanya perlu sekitar 8 bulan untuk mendapatkan Sertifikat HaKI (dulunya sekitar 14 bulan)

Mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan disharing ke Rekan-rekan dosen

Pengisian hakcipta

Hak cipta online
1) masuk ke laman di sini: https://e-hakcipta.dgip.go.id/index.php/login
2) lakukan pendaftaran, dengan mengisi semua isian dengan benar, tunggu 1-2 hari untuk diverifikasi petugas
3). setelah terverifikasi, akan ada email peringatan bahwa registerasi berhasil, setelah itu masuk ke laman di sini: https://e-hakcipta.dgip.go.id/index.php/login
4). klik menu "Hak Cipta" (di pojok kanan atas), kemudian pilih "Pendaftaran Baru", kemudian isi setiap isian dengan benar
5). pada isian "Data Pencipta" klik "Tambah", kemudian isi setiap isian dengan benar
6). pada isian "Data Pemegang Pencipta" klik "Tambah", kemudian isi setiap isian dengan benar
7). pada isian "Lampiran", unggah file format pdf maks 5 MB, pada "Scan NPWP", "Contoh Ciptaan", "Scan KTP", dan "Surat Pernyataan"
8). setelah semua selesai diisi, akan ada pemberitahuan "kode billing" tagihan ke nama kita. Pembayaran bisa dilakukan via ATM pada pilihan menu Pembayaran, kemudian masukan "kode billing"
9). tunggu pemberitahuan via email, dan
10). kita akan mendapatkan "nomor ciptaan"

Wednesday, May 16, 2018

Jadwal Shalat & Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M


Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M untub kota lainnya, selain di link Imsakiyah Kemenag di atas, juga bisa dicek di jadwal shalat berikut ini. Pilih Kota Anda.


jadwal-sholat

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1439 H / 2018 M harus dimiliki agar kita bisa berpuasa tepat waktu. Tepat mulai awal waktu puasa, yakni saat masuk waktu shalat Subuh, dan tepat waktu sekaligus segera berbuka saat masuk waktu shalat Maghrib.

Ukuran Gir Depan, Gir Belakang dan Rantai Motor


Tabel ini masih jauh dari lengkap dan mungkin masih ada kekeliruan karena salah ketik atau salah informasi yang kami terima. Jadi inputan dari rekan pemerhati otomotif Indonesia sangat kami harapkan. Tujuan blog ini memang untuk media belajar bagi kita bersama. Silahkan memberikan tambahan pada tabel ini, dengan memberikan komentar pada artikel ini di bawah. Masukan rekan bikers akan sangat membantu kelengkapan artikel ini.

Alasan Ketiga Komponen Dijual Dalam Paket

Gir Depan, Gir Belakang dan Rantai Roda sering kita temukan di bengkel atau toko sparepart dijual dalam bentuk paket. Istilah umum yang digunakan adalah Chain Set, Gir Set (Gear Set), Drive Chain atau Gir Paket (Gear Paket). Importir atau pabrikan lebih sering menjual secara paket karena ada beberapa pertimbangan diantaranya :
  1. Ketiga komponen ini saling berhubungan, dengan demikian salah satu komponen gagal berfungsi baik akan mempengaruhi komponen lainnya. Jadi daripada mendapatkan resiko komplain masalah kualitas komponen satuan (yang mungkin disebabkan oleh komponen dari pabrikan lain), maka lebih baik dijual dalam satu kesatuan. Ini berlaku khusus bagi pabrikan atau importir yang sangat memperhatikan kualitas produk yang dijual atau diproduksi. Jarang mereka menjual komponen secara satuan.
  2. Kecenderungan pemilik motor mengganti ketiga komponen secara bersamaan untuk memastikan kinerja motor tetap prima, daripada mendapatkan kendala dalam aktivitas rutin sehari-hari.
  3. Ukuran Gir Depan, Gir Belakang dan Rantai untuk masing-masing motor berbeda-beda dan tidak semua pengguna motor memahami mengenai ukuran ini.
Berikut adalah tabel ukuran Gir Depan, Gir Belakang dan Rantai motor untuk Honda, Yamaha dan Suzuki :

Motor Jenis Honda :


Motor Jenis Yamaha :


Motor Jenis Suzuki :


Penjelasan Tabel :

  1. Huruf “T” dalam ukuran gir depan dan gir belakang motor adalah singkatan dari kata Tooth atau bentuk jamaknya Teeth yang berarti adalah jumlah gigi dalam gir tersebut. 14 T misalnya, berarti kalau dihitung ada 14 gigi dalam gir tersebut. Jumlah Teeth yang lebih banyak secara visual kita memahami bahwa diameter gir lebih besar.
  2. Huruf “L” dalam ukuran rantai adalah singkatan dari “Length” yang berarti panjang. Huruf “L” kadang ada kadang tidak pada keterangan produk di kemasan. Kadang cukup dengan angkanya saja. 100 L atau 100 berarti ada 100 mata pada rantai. Jumlah mata dimaksud adalah jumlah lobang tempat masuknya gigi Gir.
  3. Ukuran rantai yang lengkap sering ada angka “428” sebagai default ukuran rantai. Ini adalah ukuran standar internasional untuk rantai.
    • Angka pertama adalah pitch, yakni jarak antara keping rantai (“drive lug”) yang satu dengan yang lainnya untuk menyesuaikan agar gigi masuk sempurna di sela-sela rantai. Angka 4 berarti 4/8 inch, atau sekitar 12.7 mm. Kenapa dibagi 8, itu standar internasional, nggak perlu kita bahaslah ya.
    • Angka kedua adalah roller width,  yakni lebar bushing.  Angka 2 merepresentasi lebar sebesar 7.75 mm.
    • Angka ketiga adalah roller diameter, diameter bushing. Angka 8 merepresentasi diameter sebesar 8.51 mm.
  4. Kadangkala ditemui juga adanya angka H di belakang angka 428 pada point ketiga. Huruf “H” tersebut adalah singkatan dari “Heavy Duty”. Jadi kurang lebih artinya 428 H adalah versi heavy dutynya untuk 428. Ketebalan plat samping secara rata-rata berkisar 15% – 20% lebih tebal dari versi 428 standar.

Tuesday, April 10, 2018

Cara penulisan daftar pustaka sistem vancouver

Cara penulisan daftar pustaka sistem vancouver
a. Kepustakaan yang diambil dari jurnal (artikel jurnal dan artikel elektronik).
Berikut adalah ketentuan yang cukup penting untuk diperhatikan:
1.      Nama Pengarang (Authors)
-           Urutkan nama pengarang sesuai dengan yang tertera dalam jurnal.
-           Taruhlah nama terakhir (last name) atau nama keluarga (family) pengarang dibagiandepan untuk setiap pengarang.
-           Ubah nama depan dan nama tengah yang tertera ke dalam inisial, maksimal dua
inisial sesuai urutan nama depan dan tengah.
Contoh :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVoFkGoupGjlqkAOtrD7FykhSNjSjqHeJzrN4VWKzrh9eF6lp5m1macbBenrQLMxVx04wmF6yJYOmR7usXsZxlMvQaaxDlwGDRhdMZhoFrRh69U5XR2ilE6GWNwgnu6OD_9GSS4P-2CHj7/s1600/2.png
-           Gunakan koma dan spasi untuk membedakan nama pengarang yang satu dengan lainnya.
-           Akhiri informasi nama pengarang dengan menggunakan titik.
-           Jika halaman merupakan suatu pertimbangan dan jumlah pengarang  cukup banyak,maka dapat menggunakan 3 pengarang pertama atau 6 pengarang pertama. Namapengarang terakhir diikuti dengan koma dan spasi kemudian berikan “et al.” atau “andothers.”
Contoh:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiQK5y-SQxCcksT343uKsLKM_91rdUlee4lovJXgaTZ_jwRJJovWXvkUbq5FfW1vukQf3Jzbud3tgzg4EjoLEA-63R5MitEe6RobWeVrcehi-mIBO72OMKs52JNM2lBDWTEN6aj-8YevZI/s1600/3.png
-           Hilangkan jabatan, pangkat, titel, atau tanda kehormatan lainnya yang mengikuti
nama pengarang
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXaaewihFdsA5hvTW1le9Hi16UkYWd8Zlh8B2fhr4H8NPjJhEDWDzKugOnT8CWMmWvn-q0_cZ-xS_jHHzSavI9yF-noQYw1KmJoIBno6rQ-qXYfdKeKJqvDpu-9MNdcMzKmPispjsFFDXd/s1600/4.png
-           Jika organisasi adalah pemilik dari artikel atau jurnal, maka ikuti ketentuan berikut
-           Hilangkan “the” dalam menggunakan nama organisasi
-           Jika dalam publikasi disertakan divisi organisasi yang bersangkutan, masukkan divisi tersebut setelah nama organisasi dan dipisahkan dengan koma. Jika ada lebih dari 2 divisi pisahkan dengan titik koma
contoh: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5cecyjptwgDDmEQb9-KjC8PsE0O32szD00DKbxYz4Mi07bq1PkfbpyqMBIDcquPCSbw35egVXIQIty6bi1gjzFbkTNKSF2o3goAQ_yAtbPQfeRnXsS8U5xbQj8NJUCktwvXljU0sxjdqq/s1600/5.png
-           Jika nama pengarang atau pemilik tidak ditemukan, maka ketentuan yang berlaku adalah sebagai berikut
-           Jika ditemukan nama editor atau translator, mulailah sitasi dengan nama editor atau translator, kemudian akhiri dengan koma dan berikan informasi tentang peranan orang tersebut.
-           Jika tidak ditemukan baik nama pengarang, pemilik, editor, ataupun translator, mulailah dengan judul dari artikel tersebut. Jangan menggunakan anonymous.
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR6v66dv_6COE-3XH4HmN53G0IfD5U5QXrK8FWEcVQE-QyQByW53ytDObLsvL2LjCAepE_S17wvh6vcV1o5lHiy_OYqWE5rkWB22svqEX7raP-kCDgfvPTtCC2Oz40rHk8LfCmz2dNSN6a/s1600/6.png
2.      Judul Tulisan / Artikel
-           Masukan judul artikel sesuai dengan yang tertera dalam jurnal/publikasi.
-           Kapitalkan hanya huruf pertama dari kata pertama dalam judul. Huruf kapital juga digunakan dalam  akronim, dan inisial.
-           Gunakan titik dua diikuti dengan spasi untuk memisahkan judul dengan subjudul.
-           Akhiri judul artikel dengan titik walaupun ada tanda tanya atau tanda seru dalam judul artikel tersebut.
-           Jangan memasukkan header dalam sebuah jurnal (“case report study”, “case control study”) sebagai judul tulisan, kecuali daftar isi menyebutkan bahwa header tersebut termasuk dalam judul tulisan.
3.      Nama Jurnal
-           Masukan nama jurnal sesuai dengan bahasa aslinya.
-           Gunakan abreviasi nama jurnal yang telah disepakati secara internasional.
-           Gunakan huruf capital dalam mengawali setiap huruf dalam nama jurnal termasuk abreviasinya.
-           Ada beberapa ketentuan dalam menetapkan abreviasi suatu jurnal.
-           Gunakan abreviasi yang sesuai untuk bahasa Inggris pada umumnya (bisa dilihat di ) dan kapitalkan huruf pertamanya. Hilangkan kata “articles”, kata hubung, dan preposisi. Contoh: “of”, “the”, “at”, dan sebagainya
-           Bisa melihat daftar susunan yang ditetapkan oleh beberapa publikasi seperti MedLine, PubMed, dan sebagainya. 
-           Akhiri nama jurnal dengan menggunakan titik dan spasi.
Contoh :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwbvpnGNmaLqEvEPthGTx1IpLLENn6gHSv90EX3Dyozv4m2WVVtrf6wy67Antn04Bm18GItbxK9BODe-rsL6oUSKvhOnXJiuX_uUrmacItExKSfJ0acVCHh9idTN7DzW-_2_pTyTxknK93/s1600/7.png
4.      Tanggal Publikasi
-           Tanggal publikasi diurut mulai dari tahun, bulan dan hari publikasi.
-           Bulan disingkat berdasarkan tiga huruf pertama.
-           Akhiri informasi tanggal publikasi dengan titik dua.
-           Terkadang beberapa jurnal memberikan suplemen (supplement), bagian (parts), atau edisi/nomor khusus (special number). Ini semua diletakkan setelah tanggal. Gunakan abreviasi berikut : Suppl, Pt, Spec No
-           Gunakan hanya nomor arab saja.
-           Terkadang suplemen diberikan nama daripada diberikan nomor. Jika demikian, gunakan singkatan yang telah disepakati secara internasional.
-           Akhiri suplemen, bagian, atau nomor khusus dengan titik dua. 
Contoh :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIqukx3X1t2xPcPvua4h2ciWhn1tzJxylqloAnPIgkVJFLrz4gaXZ1d0e87-uol8e5MLyc770qiO2XqwdYuLDEjBbzMWdEQbAVD3yNtRCEX8XTEp5BZsfM6T-qzQQZFVQStczFxm2BSEpJ/s1600/8.png
5.      Nomor Volume dan Nomor Isu
-           Hindari penggunaan kata “volume” atau “vol”. Nomor saja sudah cukup untuk menunjukan volume jurnal tersebut.
-           Gunakan angka arab untuk nomor volume dan nomor isu. Pisahkan multipel volume dengan garis strip (-), misal 5-6, 10-11. Untuk nomor isu diletakkan di dalam kurung.
-           Jika tidak ditemukan nomor volume jurnal, berikan titik koma setelah tanggal publikasi diikuti oleh nomor isu (yang diletakkan dalam kurung).
-           Hindari penggunaan “number”, “num”, “no” atau kata-kata lainnya yang ingin menunjukkan nomor isu.
-           Akhiri nomor isu dengan titik dua.
Contoh:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN5wafxwKOMghadBTsjxLDDgSaNNocOKOuU0ARJZG-y8KB2PNWKFujAVBgs1iuyNxeg4jNKQGWzo26Mf55Iy3IlASfxEDu3CmNQYoBFebfZAa049dTr8aS1VH2hCJ58y0enTHlNhNLSNB4/s1600/9.png
6.      Lokasi dan Halaman
-           Jangan mengulang nomor halaman kecuali diikuti oleh huruf.
-           Akhiri lokasi atau halaman dengan menggunakan titik.
-           Jika halaman tidak berurutan, gunakan tanda koma dan spasi untuk memisahkan antara halaman satu dengan lainnya.
-           Jika dalam satu jurnal tidak disertakan halaman, maka tulis jumlah halaman yang dikutip. Misalkan mengutip 5 halaman maka tulislah [5 p.]. Letakkan dalam kurung kotak.
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpl6nMxdwYQRqcWXlOeHmAWi1_5YivlLjwy2njIgWqL3RvArRSDWz9SDGYQLdwiFj0HjHyL_gbmfS5-xAFWCmYsKJ8sl5L0D_HpFDYD9RySb_c4kD2ACrj9s5SCJ0Lvl4d9YFT1BVOB9FM/s1600/10.png
                                   
b.  Kepustakaan yang diambil dari buku: (buku dan buku elektronik)
Secara umum bentuk sitasi sebuah buku adalah sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW74l-SmVGSp62j5uwSYe3ZGL4qIpqRXP2RItBms7z9HEuRMXgVDGDIkRkXvTG9q0I1rSITN6vkkhneiCT5YV4AOKvAroZdjJay1z7L0vaYUgK2NGMINQCJw3ruKFcQIlT_zW5Yv0U4sdE/s400/11.png
Ketentuan sitasi sebuah buku dengan sistem Vancouver hampir mirip dengan ketentuan sitasi sebuah jurnal. Berikut hanya dijelaskan perbedaannya, sedangkan yang tidak dibahas pada bagian ini semuanya persis sama seperti saat mensitasi jurnal.
1.      Edisi Buku
Bagian ini penting untuk dicantumkan, sehingga pembaca tahu edisi berapa yang digunakan oleh penulis (karena setiap edisi pasti ada beberapa perubahan di dalamnya. Berikut ini adalah ketentuan dalam mencantumkan edisi buku.
-           Edisi buku diletakkan setelah judul buku.
-           Gunakan abreviasi untuk kata-kata yang umum digunakan. Misalkan ed. (edition), spec.(special), transl. (translation).
-           Kapitalkan hanya huruf pertama dalam pernyataan edisi.
-           Gunakan angka arab. Sebagai contoh second menjadi 2nd dan III menjadi 3rd.
-           Akhiri edisi dengan titik.
-           Jika buku tidak mencantumkan nomor edisinya, anggap saja buku itu merupakan edisipertama.
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3ZdCyZOdsehJrpwRMtKKCU-xWTa4bfSsszWnnW2VzCxTA4ruJ2MGLxnMfWcz-iUKw0SVIWfL0QjqmZwEn5RA9rHM-DvbZdcl-iD1_xSBU4MfnhmgyhrvNOcmF_nARfsF-QI_p14f8o_Ff/s1600/15.png
2.      Penerbit Untuk Keseluruhan Buku
Berikut adalah ketentuan untuk mencantumkan penerbit.
-           Cantumkan penerbit sesuai yang tertera dalam publikasinya. Gunakan kapitalisasi hurufsesuai dengan yang tertera dalam buku.
-           Abreviasikan penerbit yang telah diketahui oleh umum jika diperlukan, tetapi tetap harus dipertimbangkan ketika menyingkat nama penerbit untuk menghindari kebingungan pembaca.
-           Apabila divisi dari penerbit tersebut dicantumkan dalam buku, maka nama penerbit ditaruh di awal kemudian diikuti oleh nama divisi tersebut.
-           Jika ditemukan lebih dari satu penerbit, pilihlah penerbit yang ada diurutan paling atas atau satu penerbit yang dicetak dengan huruf besar atau ditebalkan.
-           Jika tidak ditemukan nama penerbit, maka tulislah “publisher unknown” dalam kolom kotak.
-           Akhiri informasi penerbit dengan titik koma.
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvTmViSWMWRCpMBjU4l1BSNI6f8uDWQJCM7JaBNuNDBkJtW88l2B7UFyQVYkspPtGrucbqpXgSLbpoprVYF43I_KkkE4cOk-g4WuIcmsZOWk3jlsR9NRO3SXnR_GE9VBmkJQAqr9qgMIyA/s1600/12.png
3.      Lokasi / Halaman
Untuk mencantumkan lokasi halaman dalam sebuah buku sedikit berbeda dengan cara mencantumkan halaman dalam sebuah jurnal.
-           Jangan menghitung bagian berikut sebagai halaman: introductory material, lampiran, indeks, walaupun dalam sebuah buku bagian ini diberikan halaman.
-           Berikan nomor halaman dihalaman teks tersebut dikutip diikuti huruf p.
-           Untuk buku yang terdiri lebih dari satu volume, kutip total nomor dari keseluruhan volume termasuk volume dari halaman yang dikutip.
-           Jika dalam buku tidak terdapat halaman, maka hitung jumlah halaman yang anda kutip, kemudian tambahkan ”leaves”.
-           Akhiri informasi lokasi/halaman dengan titik.
Contoh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlpqZ7fE1rP4DhlU491vpp_a2McrY-fxbbgKsCytaMReUMZe_sCu88VMcW9f-VbAey98duZDIGWamVYXZ8yTOH3qf0vrlATNNKNxPkD8us2BTKklu1ru48937R456yHfnVQp9SYy_0-ZHJ/s1600/13.png



c. Kepustakaan yang diambil dari Internet
1. Bila Karya Perorangan:
Cara penulisannya ialah:  Pengarang/Penyunting. (Tahun). Judul (edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Thompson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ / www.ed.uiuc.edu./EPS/PES-Yearbook/998/thompson. Html [30 maret 2000].

2. Bila bagian dari karya kolektif
Cara Penulisannya ialah: Pengarang/Penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media]. Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal akses].
Contoh:
Daniel, R.T. (1995). The History of Western Music. In Britanica Online: Macropedia [Online]. Tersedia: http: / / www.eb.com: 180/cgibin/ g:DocF=macro/ 5004/45/0.html [28 maret 2000].

3. Bila Artikel dalam Jurnal:
Cara Penulisannya ialah: Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis media], volume (terbitan), halaman. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision system in Indonesia: Some  Recent Initiatives. Dalam Educational Policy Analysis Archives [Online], vol7 (7), 12 halaman. Tersedia: http:/ / epaa.asu.edu / epaa/v7n7.html [17 maret 2001].

4. Bila Artikel dalam Majalah;
Cara Penulisannya ialah: Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume jumlah. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Goodstein, C. (1991, 5 September). Healers from the Theep. American Health [CD-ROM],  60-64. Tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/ Article 08A [13 Juni 1995].

5. Bila Artikel di Surat kabar:
Cara Penulisannya ialah: Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat kabar [Jenis media], Jumlah halaman.
Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang. Fondasi Reformasi Bisa  Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. Tersedia: http: // www.[Pikiranrakyat.com. [9 Maret 2000].

6. Bila pesan dari E-mail
Cara Penulisannya ialah:  Pengirim (Alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul Pesan. E-mail kepada penerima [Alamat e-mail penerima]
Contoh:
Musthafa, Sabri (mustafa@yahoo.co.id). (2000, 25 April). Bab V Laporan Penelitian.  E-mail kepada Dedi Supriadi (
Supriadi@indo.net.id)

Followers