Thursday, March 1, 2012

Doa Al Faraj li Sayyidina Nabiyulloh Khidir Alayhissalam



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللُّطَفَاءِ، 
 وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، 
 وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، 
 وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُدُورِ كَاْلعَلاَنِيَّةِ عِنْدَكَ ،
 وَعَلاَنِيَّةُ اْلقَوْلِ كَالسِّرِ فِى عِلْمِكَ ،
 وَانْقَادَ كُلُّ شَىْءٍ لِعَظَمَتِكَ ،
 وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ،
 وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والْأَخِرَةِ كُلُّهُ بِيَدِكَ،
  اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلِّ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجًا وَمَخْرَجًا،
 اللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ،  وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ،
 وَسِتْرَكَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ،
 أَطمِعْني أَنْ أَسْألَكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ،
 أَدْعُوكَ اَمِنًا وَأَسْألُكَ مُسْتَأْنِسًا .
 وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَىَّ، ،
 وَأَنَا الْمُسِيئُ إلىَ نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنِكَ ،
 تَتَوَدَّدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ،
 وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى،
 وَلَكِنَّ الثِّقَةَ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ،
 فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسَانِكَ عَلَيَّ،
 إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الَّرَحِيم،
 وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ .


Bismillahirrahmanirrahim

Allohumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim,
Allohumma kamaa lathofta fii ‘azhomatika duunal luthofaa,
wa ‘alawta bi‘azhomatika alal ‘uzhomaa,
wa ‘alimta maa tahta ardhika ka’ilmika bimaa fawqo ‘arsyika,
wa kaanat wasaawisush shuduuri kal’alaaniyyati ‘indaka,
wa ‘alaaniyyatul qowli kassirri fii 'ilmika,
wanqooda kullu syai-in li ‘azhomatika,
wa khodho’a kullu dzi sulthoonin li sulthoonika,
wa shooro amrud dunya wal aakhiroti kulluhu biyadika.
Ij’al lii min kulli hammin ashbahtu aw amsaiytu fiihi farojan wa makhrojaa,
Allohumma inna ‘afwaka ‘an dzunuubiy,
wa tajaawazaka ‘an khothii’athiy, wa sitroka alaa qobiihi a’maaliy,
athmi’niy an as-aluka maa laa astawjibuhu minka mimma qoshhortu fiihi,
ad’uuka aaminan, wa as-aluka musta-anisaa.
Wa innakal muhsinu ilayya,
wa anal musii’u ilaa nafsiy fiima baynii  wa baynika,
tatawaddadu ilayya bini’matika, wa atabaghghodhu ilayka bilma’ashiy,
walakinnats tsiqota bika hamalatniy 'alal Jarooa-ati ‘alayka,
fa’ud bifadhlika wa ihsaanika 'alayya.
innaka antat tawaaburrohiim ,
wa shollallohu alaa Sayyidina Muhammadin
wa alihi wa shohbihi wa sallam.

Wahai Alloh,
Sebagaimana Engkau telah berlemah lembut dalam Keagungan Mu
melebih segenap kelembutan,
dan Engkau Maha Luhur dan Keagungan Mu melebihi semua Keagungan,
Dan Engkau Maha Mengetahui terhadapa apa apa yg terjadi di Bumi
sebagaimana Engkau Maha Mengetahui apa apa yg terjadi Arsy Mu,
dan semua yg telah terpendam merisaukan hati
adalah jelas terlihat dihadapan Mu,
dan segala yg terang terangan diucapkan adalah Rahasia Yang terpendam
dalam Pengetahuan Mu,
dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan Mu,
dan tunduk segala penguasa dibawah Kekuasaan Mu,
maka jadilah segenap permasalahan dunia dan akhirat dalam Genggaman Mu,
Maka jadikanlah segala permasalahanku dan kesulitanku
segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini, 
Wahai Alloh kumohon maaf Mu atas dosa dosaku,
dan kumohon pengampunan Mu atas kesalahan kesalahanku,
dan kumohon tabir penutup Mu dari keburukan amal amalku,
berilah aku dan puaskan aku dari permohonanku yg sebenarnya tidak pantas
diberikan pada Ku karena kehinaanku,
kumohon pada Mu keamanan, dan kumohon pada Mu Kedamaian bersama Mu,
Sungguh selalu berbuat baik padaku,
sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku
atas hubunganku dengan Mu,
Kau Ulurkan Cinta kasih sayang lembut Mu padaku
dengan kenikmatan kenikmatan Mu,
sedangkan aku selalu memancing kemurkaan Mu dgn perbuatan dosa,
namun kuatnya kepercayaanku pada Mu
membawaku untuk memberanikan diri lancang memohon pada Mu,
maka kembalikanlah dengan Anugerah Mu dan Kebaikan Mu padaku,
Sungguh Engkau Maha Menerima hamba hamba yg menyesal
dan Engkau Maha Berkasih sayang,
Dan sholawat serta salam atas Sayyidina Muhammad
serta keluarga dan limpahan salam,
dan segala puji bagi Alloh Pemilik Alam semesta.

10 CARA MENGETAHUI APAKAH KAMU JATUH CINTA PADA SESEORANG


1. kamu berbicara dengan dia sampai larut malam dan masih terus memikirkan dia ketika kamu akan pergi tidur

2. kamu jalan sangat perlahan ketika kamu bersamanya

3. kamu selalu merasa tidak nyaman ketika dia jauh

4. kamu tersenyum ketika mendengar suaranya

5. dia adalah segalanya dari apa yang kamu fikirkan

7. kamu tersenyum setiap kamu melihatnya

8. ada seseorang dalam fikiranmu ketika kamu membaca ini

9. kamu terlalu sibuk memikirkan orang tersebut sampai sampai kamu tidak menyadari kalo nomer 6 itu tidak ada

10. setelah kamu cek kalo memang benar tidak ada, kamu tertawa perlahan sendiri

8 PENGERTIAN CINTA MENURUT AL-QUR'AN



1. Cinta Mawaddah
Adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta Rahmah
Adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. Cinta Mail,
Adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. Cinta Syaghaf.
Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.5. Cinta Ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta Shobwah,
Yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)

7. Cinta Syauq (rindu).
Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta Kulfah,
Yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)


Alhamdulillah ini sebuah pelajaran bermakna untuk memahami keindahan C.I.N.T.A, Agar kata itu tidak dipersalahkan, Agar Cinta itu tetap Indah meski dalam kekalahan.

M0MENT YANG BIKIN COWOK KEHABISAN KATA KATA


Dalam beberapa hal, cowok cenderung memilih bungkam dan tidak memberi komentar, meski mungkin hati mereka sedang menjerit tak karuan saat itu. Lalu dalam hal apa saja cowok memilih bungkam dan membisu seribu bahasa? Berikut jawabannya…

1. Saat Cemburu

Reaksi cowok saat cemburu memang bermacam-macam ada yang langsung marah kepada pasangannya dan ada yang memilih bungkam atau ngambek. Cowok jarang bilang terus terang kalau dirinya sedang cemburu. Bahkan mereka kerap kali mengelak saat ditanya apakah ia cemburu atau tidak. Mangkanya cowok lebih memilih bungkam saat cemburu.

2. Saat penampilan Anda wow

Cowok cenderung akan bungkam dan takjub saat melihat penampilan Anda yang begitu cantik saat mau kencan. Cowok akan terus terkagum dan tidak mampu mengatakan apapun kepada Anda. Dia akan terus memandangi Anda tanpa memberikan kata-kata.

3. Saat Jatuh Cinta pada Anda

Ada cowok yang mudah mengumbar kata cinta pada setiap cewek, tapi ada juga cowok yang sulit mengakui dan mengatakan kalau ia sebenarnya sedang jatuh cinta pada Anda. Saking cintanya, terkadang cowok itu tidak bisa berkata apa-apa saat bersama kamu. Ternyata, ada beberapa cowok yang tidak mampu mengatakan kalau dirinya cinta pada Anda. Jangankan berkata, berdekatan dengan Anda juga dia tidak bisa karena jatungnya selalu berdebar kencang saat ada di samping Anda.

4. Saat Anda Memujinya

Cowok juga bisa tersipu malu saat mendapat pujian. Meski hatinya berteriak kegirangan, namun ia akan tetap berusaha menyembunyikan rasa senangnya itu. Entah dengan cara mengalihkan perhatian Anda dengan hal yang lain atau dengan tersenyum tanpa kata-kata yang keluar.

5. Saat Anda marah-marah tidak jelas

Cowok jadi merasa tidak bisa berkutik saat melihat Anda marah-marah tidak jelas. Mungkin dia akan bertanya pada Anda mengapa Anda marah. Namun, ketika jawaban yang Anda berikan padanya kurang memuaskan, maka ia akan diam dan menarik diri sampai Anda benar-benar tenang.

Thursday, February 23, 2012

Balaslah kejelekan dengan kebaikan

Balaslah kejelekan dengan kebaikan.

Allah Ta'ala berfirman,

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Sahabat yg mulia, Ibnu 'Abbas -radhiyallahu 'anhuma- mengatakan, "Allah memerintahkan pada orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas dengan kebaikan jika ada yang buat jahil, dan memaafkan ketika ada yang buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah akan melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya. Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah laku baik semacam ini."

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, "Namun yang mampu melakukan seperti ini adalah orang yang memiliki kesabaran. Karena membalas orang yg menyakiti kita dengan kebaikan adalah suatu yang berat bagi setiap jiwa."

Doa ingin jodoh

Doa bagi laki-laki yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu,istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama,urusan dunia dan akhirat.

Doa bagi wanita yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu,suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

“HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR,”..(QS 9:129).“Jika mereka berpaling (dari keimanan),maka katakanlah :Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.”

''ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIN,”..artinya :Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu,wahai Pengasih dan Penyayang.

''ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA”..(QS ; 25:74)..“Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami,anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”...

Aamiin ya Rabbal'alamin

Primbon

Menurut keterangan Primbon tentang katuranggan wanita yang suka selingkuh atau kawin cerai ada beberapa criteria sebagai berikut :
1. Pada tengah-tengah jidatnya sedikit nonong,telinga menghadap agak kedepan,matanya terlihat seperti Habis bangun tidur,tipe wanita demikian biasanya suka berselingkuh atau kawin cerai hingga tiga kali.

2. Raut wajahnya sedikit memerah, tepian atas mata dan bawah berwarna hitam. Hidung bagian atasnya Ada garis-garis kecil, wanita demikian tidak punya rasa cinta terhadap suami,tetapi suka sekali berselingkuh pada lelaki yang lebih tua dari suaminya.

3. Jika tertawa tertunduk kepalanya,bicaranya ketus,kalau bicara lidahnya keluar di jilatkan ke mulut,wanita demikian bangga sekali jika gonta-ganti pria, ia sama sekali tak punya rasa malu untuk urusan kawin cerai sepanjang hidupnya.

4. Kulit raut wajah tampak sedikit kehijau-hijauan,dari ujung hidung sampai jidat tampak urat kebiru-biru biruan ,mata ciut gelap suka berkedip,wanita jenis ini gampang sekali jatuh cinta bahkan jika sudah jatuh cinta maka tanpa perasaan bisa mencelakakan suaminya.

5. Mata besar dan lebar bak mata ikan mas,Hati-hati terhadap tipe wanita ini ,dengan perselingkuhannya yang tak pernah puas dengan berbagai jenis pria,sehingga berdampak kematian lebih dulu bagi suaminya.

6. Kedua pipinya tembem gembil,suaranya seperti laki-laki,wanita tipe ini sekalipun biasa menjalani perselingkuhan dengan pria yang lebih muda,ia gemar melakukan kawin cerai.

7. Jidatnya nonong sekali namun hanya tengahnya jidat, lancip daun telinganya dan mungil berbalik menghadap kedepan ,wanita ciri demikian suka sekali menikmati perselingkuhan dan terus saja berkeinginan kawin cerai demi mendapatkan kepuasan birahinya.

fitnahnya wanita

Dalam  sabda Rasulullah saxv. diterangkan mengenai fitnahnya
kaum wanita, yaitu sebagai berikut,
 
     "Setelah aku tiada, tidak ada fitnah yang paling
     besar gangguannya bagi laki-laki daripada
     fitnahnya wanita." (H.r. Bukhari).
 
Arti dari hadis di atas menunjukkan bahwa wanita  itu  bukan
jahat,  tetapi  mempunyai  pengaruh yang besar bagi manusia,
yang dikhawatirkan lupa pada kewajibannya, lupa kepada Allah
dan terhadap agama.
 
Selain  masalah  wanita, Al-Qur'an juga mengingatkan manusia
mengenai fitnah yang disebabkan dari harta dan anak-anak.
 
Allah swt. berfirman dalam Al-Qur'an:
 
     "Sesungguhnya harta-harta dan anak-anakmu adalah
     fitnah (cobaan bagimu); dan pada sisi Allah-lah
     pahala yang besar." (Q.s. At-Taghaabun: 15)
     
     "Hai orang-orang yang beriman!Janganlah
     harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu
     mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat
     demikian' maka mereka termasuk orang-orang yang
     merugi." (Q.s. Al-Munaafiquun: 9).
 
Selain dari itu (wanita,  anak-anak  dan  harta  yang  dapat
mendatangkan fitnah), harta juga sebagai sesuatu yang baik.
 
Firman Allah swt.:
 
     "Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari
     jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dan
     istri-istrimu itu, anak-anak dan cucu; dan
     memberimu rezeki dari harta yang baik-baik ..."
     (Q.s. An-Nahl: 72)
 
Oleh  karena  itu,  dianjurkannya  untuk waspada dari fitnah
kaum wanita, fitnah  harta  dan  anak-anak,  hal  itu  bukan
berarti  kesemuanya  bersifat  jahat,  tetapi  demi mencegah
timbulnya fitnah yang dapat  melalaikan  kewajiban-kewajiban
yang telah diperintahkan oleh Allah swt.
 
Allah   swt.  tidak  mungkin  menciptakan  suatu  kejahatan,
kemudian dijadikannya sebagai suatu kebutuhan dan  keharusan
bagi setiap makhluk-Nya.
 
Makna  yang  tersirat  dari suatu kejahatan itu adalah suatu
bagian yang amat sensitif,  realitanya  menjadi  lazim  bagi
kebaikan secara mutlak. Segala bentuk kebaikan dan kejahatan
itu berada di tangan (kekuasaan) Allah swt.
 
Oleh  sebab  itu,  Allah  memberikan  bimbingan  bagi   kaum
laki-laki  untuk menjaga dirinya dari bahaya dan fitnah yang
dapat  disebabkan  dan  mudah   dipengaruhi   oleh   hal-hal
tersebut.
 
Diwajibkanjuga   bagi   kaum   wanita,   agar   waspada  dan
berhati-hati dalam menghadapi tipu muslihat yang  diupayakan
oleh  musuh-musuh Islam untuk menjadikan kaum wanita sebagai
sarana perusak budi pekerti, akhlak yang luhur dan  bernilai
suci.
1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh.

2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

3. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.

4. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.”\

5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di dalam syurga.

6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan se Suatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

8. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki.

14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.

22. Rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

23. Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad

25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

28. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.

30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

Saturday, February 18, 2012

Agar Anak Taat Pada Aturan


Anak-anak yang tidak taat aturan disebabkan setidaknya beberapa faktor besar dan jika Anda menginginkan anak taat aturan, atasai penyebab-penyebabnya ini.

1.  Aturannya berlebihan, terlalu tinggi, tidak sesuai usia anak

Contoh, melatih anak batita untuk membereskan mainan setelah bermain adalah positif. Tetapi menetapkan aturan membereskan mainan sebagai kewajiban untuk anak batita adalah berlebihan. Sebab, mereka belum dapat memahami abstraksi dari tanggung jawab. sedangkan konsep berpikir mereka masih konkrit dan sederhana. Melatihnya boleh, tapi memaksanya untuk membereskan mainan sebagai sebuah aturan adalah berlebihan.

Atau contoh lain, meminta anak balita untuk sabar, padahal telah menunggu orangtua 2 jam ngobrol dengan temannya, tanpa balita ini melakukan kegiatan apapun juga berlebihan. Rentang pikiran dan waktu anak-anak balita sangat pendek. Maka adalah hal yang normal jika anak balita cepat bosan atau merasa pusing, capek, dan akhirnya rewel jika harus “nungguin” orangtuanya yang ngobrol dengan temannya selama 2 jam atau lebih tanpa melakukan kegiatan apapun.

Hal lainnya, kadang, sebagian orangtua makin sulit mengendalikan anak karena orangtua terus berfokus pada perilaku anak bukan pada kebutuhan anak. Saat anak rewel, sebagian orangtua terus-terus berusaha berkata “jangan rewel terus dong” dan bukan mencari sebab mengapa anak rewel?  Apa sih yang anak butuhkan sehingga dia jadi rewel?

2. Tidak Melibatkan Anak

Ini hukum universal dari pengambilan keputusan: seseorang akan lebih benergi jika dia melaksanakan keputusan yang dibuatnya sendiri. Seseorang akan sangat sulit memerangi keputusan yang dibuatnya sendiri.

Pun demikian anak-anak, pada saat anak sudah dapat diajak bicara, batasan-batsan, aturan-aturan, konsekuensi dan seterusnya yang terbaik adalah yang melibatkan anak dalam pengambilan keputusan tersebut. Anak akan lebih bertenaga melakukannya. Anak akan malu jika tidak melakukannya. Anak akan lebih terpacu melakukannya. Lihat surat As-Shoffat seperti yang jelaskan dalam Pelatihan Orangtua PSPA tentang karunia Shoffat.

Mengajak anak bicara tidak berarti kita menuruti semua yang anak inginkan. Mengajak anak bicara berarti membuka ruang ide dari anak yang rasional dan penerimaan lebih mudah untuk anak. “Menyimpan handuk itu pada tempatnya. Jika tidak pada tempatnya, handuk itu bisa cepat kotor, lembab dan akhirnya jamuran. Yang rugi kamu sendiri kan? Coba kasih tau Mama, apa yang ingin kamu lakukan agar kamu selalu ingat untuk menyimpan handuk pada tempatnya?”

Mengajak anak bicara berarti mencari solusi-solusi konkrit dan solutif untuk menyelesaikan masalah-masalah dari perilaku anak sebelum mengedepankan hukuman-hukuman.

Atau contoh lain “Kalau mama lagi di Supermarket, kadang Mama harus memilih belanjaan yang banyak jadi butuh waktu banyak. Kalau kamu ikut Mama ke supermarket, berarti kamu harus menunggu. Nah biar kamu tidak bosan saat menunggu, kasih tau mama, ada ide tidak biar kamu tidak bosan”.

3.  Tidak disertai konsekuensi

Setiap aturan agar ditaati membutuhkan konsekuensi. Aturan tanpa konsekuensi, bagaikan macam tanpa gigi. Aturannya sudah dibuat, tapi tanpa disertai konsekuensi, ya tidak punya kekuatan apapun. Misalnya, membatasi anak nonton tv 2 jam sehari. Lalu tidak ada konsekuensi apapun jika anak melebihi batas yang sudah ditentukan? Apa yang kira-kira terjadi. Anak-anak akan terus melanggarnya. Bahkan ada konsekuensi saja dilanggar, apalagi tanpa ada konsekuensi.

Jika tidak ada konsekuensi, saat anak melanggar batas nonton tv, apa yang akan orangtua lakukan? Ngomel lagi, lagi dan lagi. “Harus berapa kali mama bilang, nonton tv itu nggak boleh lama-lama!” atau “Kamu dengar nggak sih mama ngomong?” atau “kenapa sih kalian nggan patuh sama aturan yang mama buat?”

Berbeda jika ada konsekuensi, meski tidak otomatis membuat anak langsung taat (karena bergantung konsistensi kita orangtua), maka anak akan merasa kerugian jika mereka mencoba melanggarnya. Nonton tv boleh, batasannya 2 jam, itu aturan. Konsekuensinya misalnya, yang melanggar batasan, melebihi 1 menit saja dari waktu yang sudah ditentukan, maka hak nonton tvnya dicabut selama 2 hari. Ini memiliiki perbedaan dengan aturan yang tidak memiliki konsekuensi sama sekali.

Contoh lain, anak berleha-leha bangun, malas-malasan bangun. Sudahkah ditentukan aturan paling lambat jam berapa bangun? Lalu bagaimana pula cara membangunkan anak? Jika membangunkan anak dengan teriakan, kepusingan, ketergesa-gesaan, tekanan, itu hanya akan membuat anak tertekan dan akibatnya malah pusing dan tambah rewel. Tapi berbeda jika membangunkan anak dengan cara yang membuat dia exciting bangun: didengarkan musik, bunyi-bunyian yang menyenangkan, didengarkan suara-suara Qur’an, diajak bicara, ngobrol tentang kesukaannya, dst. Lalu dilengkapi dengan ketegasan, konsekuensi-konsekuensi jika bangun melebihi jam sekian. Dst..

4. Inkonsisten

Ketidakpercayaan akan menyulitkan seseorang untuk melaksanakan apa yang diminta. Orangtua yang berbohong pada anak, orangtua yang inkar janji pada anak adalah orangtua-orangtua yang tidak akan pernah mudah lagi dipercaya anak perkataannya.

Orangtua yang melegalkan bohong dan inkar janji pada anak adalah orangtua yang tidak konsisten antara perkataan dan perbuatannya.  Bagaimana mungkin akan mempercayai dan mematuhi orangtua sementara perkataan orangtua sendiri tidak bisa dipegang?

Kata siapa berbohong pada anak itu boleh dan legal (tidak dosa?). Ulama mana yang menyebutkan berbohong dan inkar janji pada anak itu adalah hal yang mubah atau diperbolehkah? Tak satu pun bukan?

Perilaku tidak konsisten orangtua dimulai dari hal sepele seperti saat anak ingin beli mainan waktu berkunjung ke supermarket, lalu orangtua menolaknya. Saat ditolak orangtua, apakah anak-anak akan langsung nurut begitu saja? Tidak dong! Ia akan mencoba “berikhtiar” untuk terus mewujudkan keinginannya. Ikhtiar anak yang paling minimum adalah memasang muka cemberut, merengek dan menangis.

Lalu apa yang orangtua lakukan saat anak cemberut, merengek dan menangis? Jika orangtua memberikan apa yang diminta anak padahal tadi menolaknya “ya sudah sekarang boleh, nanti lagi nggak boleh kayak gitu. Kalau nanti seperti itu lagi, mama tinggal lho!”

Apakah di masa yang akan datang perkataan orangtua seperti itu membuat anak tidak akan mengulanginya lagi? Dijamin 100% justru orangtua sendiri yang mengundang anak mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Bahkan saat di waktu lain orangtua berusaha konsisten, justru anak menambah “kualitas ikhtiar” untuk mewujudkan keinginannya, tidak hanya menangis tapi juga: berteriak, melengking, selonjoran di lantai, guling-guling, melempar barang, memukul orangtua. Dan ketika orangtua tidak tahan akhirnya orangtua mengatasinya dengan dua cara shortcut: mencubit anak hingga berhenti atau memenuhi keinginan anak yang tadi ditolaknya (lagi).

Mencubit anak mungkin berbahaya, tapi tahukah parents, justru yang kedua: memenuhi keinginan anak yang tadinya kita tolak, justru jauh lebih berbahaya! Sejak saat itu, anak tidak mudah lagi bisa mempercayai apapun yang dikeluarkan oleh lisan orangtuanya. Akhirnya mengundang upaya orangtua lebih keras. Akhirnya orangtua pun dipancing untuk melakukan tindakan lebih keras: semakin sering membentak, semakin sering mengancam anak dan semakin sering menghukum anak.

Karena pengalaman anak yang seperti ini pula, tidak jarang saya menemukan kejadian, seorang guru di sekolah lebih sulit mengendalikan anaknya sendiri yang di sekolah tempat dia mengajar dibandingkan mengendalikan anak lain. Atau seorang ustadz/ustadzah yang mengajar ngaji, lebih mudah mengendalikan santrinya yang lain dibandingkan anaknya sendiri.  

Atau kalau pun Anda bukan guru, sebagian anak yang orangtuanya bukan guru, justru lebih mempercayai gurunya sendiri dibandingkan orangtuanya. Pernahkah Anda mendengar orangtua yang menakuti-nakuti anaknya karena tidak nurut dengan perkataan semacam ini “Mama bilangin lho sama Bu Guru, kalau kamu nggak mau mandi?” Dan sekonyong-konyong ada anak yang langsung nurut begitu saja ketika orangtua ‘menjual’ gurunya agar anak nurut.  

Mengapa ada anak yang lebih menuruti perkataan gurunya daripada orangtuanya? Ya penyebab terbesar adalah bahwa gurunya memang punya kredibilitas lebih dibandingkan orangtuanya. Bukan soal kredibilitas kompetensi ilmu, bukan, bukan itu. Tapi lebih kepada kredibilitas konsistensi antara perkataan dan perbuatan. Anak-anak yang lebih mudah nurut gurunya daripada orangtuanya pastila anak-anak yang memiliki pengalaman inkonsisten sebelumnya dengan orangtuanya.

Jika Anda seorang guru, maka jika sudah ‘terlanjur’ anak punya pengalaman inkonsisten dengan orangtuanya, usul Abah, adalah hal lebih baik jika kemudian anak kita ‘dimutasi’ di sekolah lain atau di tempat lain. Jika Anda orangtua yang mengalami kejadian anak yang lebih nurut gurunya, saatnya untuk introspeksi. Anda harus merasakakan “sakit hati” dalam artian positif. Dalam artian bagaimana caranya anak justru harus mulai lagi nurut dan percaya dengan orangtuanya dibandingkan dengan siapapun.

Mulai hari ini jangan pernah lagi berbohong pada anak. Jangan sembarangan mengumbar janji untuk sekadar meredakan kerewelan anak jika Anda tidak berniat benar-benar mewujudkan janji itu.

5. Ketidaktegasan

Aturan dan batasan sudah disepakati, konsekuensi sudah disiapkan dan orangtua pun tak pernah berbohong dan inkar janji. Apakah anak langsung nurut begitu saja saat orangtua berusaha menghentikkan perbuatan buruk anak melalui nasihat dan perkataan?

Modal besar agar anak-anak kita dapat taat aturan dan batasan-batasan terhadap nilai-nilai yang kita anut di keluar agalah: ketegasan! ? Tanpa ketegasan, aturan hanya semacam formalitas semata. Terlalu banyak Peraturan Daerah (perda) hanya sampai diputuskan, tapi berapa banyak yang dilaksanakan?

Sebagai contoh banyak kota besar di Indonesia punya perda larangan merokok di tempat umum. Jakarta, Bandung, dst. Silahkan Anda tunjukkan kepada saya, mana yang dilaksanakan? Ketika tidak disediakan perangkat untuk menegakkan perda itu, maka tidak akan pernah ketegasan. Ketika tidak ada ketegasan, maka jangan harap masyarakat mau melaksanakan.

Saya sering bertanya kepada peserta seminar dan pelatihan yang sering saya lakukan dan akan saya tanya juga kepada Anda: menurut Anda, sebagian besar orang disiplin atau tidak? Berlalu lintas, membuang sampah, atau perilaku-perilaku yang berhubungan kepentingan publik lainnya sejenis ini?

Terserah Anda, tidak tahu bagaimana pendapat Anda. Yang jelas, ketika saya tanyakan ini kepada ribuan orang. Jawaban hampir 100% dari mereka adalah: sebagian besar orang Indonesia tidak disiplin!

Saya tidak setuju dengan pendapat ini. Menurut saya, Anda boleh tidak setuju tentu, sebagian besar orang Indonesia sangat disiplin. Tapi, ada tapinya, ketika berada di Jepang, ketika orang Indonesia berada di Singapura. Hehehe.

Ih maafkan saya jika dianggap tidak serius. Tapi sungguh saya serius. Mengapa ini terjadi? Mengapa orang Indonesia jika di luar negeri justru jadi bisa disiplin? Di sana ada aturan? Di Indonesia memang tidak ada? Di luar negeri ada konsekuensi? Memangnya setiap undang-undang dan perda yang dibuat di Indonesia tidak disediakan konsekuensinya? Ada lho! Budaya dan lingkungan orang luar negeri sudah bagus? Lho yang membentuk budaya dan situasi lingkungan itu siapa sih? Jadi kita menunggu kita sendiri dibentuk budaya dan lingkungan yang lagi tren? 

Ya sudahlah, saya tak mau bicara soal yang muluk-muluk ngurus negara. Saya hanya mau memberi contoh saja untuk kita gunakan untuk menguru keluarga. Tanpa ketegasan orangtua tidak mungkin dipatuhi anak. Tapi ketegasan tidaklah sama dengan kekerasan, ketegasan tidaklah sama dengan banyak ngomong.

Penyakit orangtua saat anak berbuat buruk adalah banyak ngomong, banyak bicara dan akhirnya jadi banyak emosi. Pertanyaan seberapa efektif omongan dan nasihat akan didengarkan anak untuk menghentikkan perbuatan buruk mereka?

Justru yang terjadi adalah, jika kita hanya ngomong doang, energi kita akan terkuras dan kita jadi stress sendiri karena memang kenyataannya hanya kurang dari 10% anak2 saat berbuat buruk lalu dihentikan dengan omongan akan berhenti. Akibatnya, banyak orangtua terus-terusan ngomelin anak "harus berapa kali sih mama bilang?! kamu denger gak sih? Nyimpen sepatu itu pada tempatnya!"

Dan mungkin, karena banyak ngomong, kita akan menyesal dengan omongan-omongan kita. Sebab saat tengah emosi, omongan kita akan kemana-mana.

Jadi apa yang harus dilakukan? Banyak bertindak, dan bukan banyak ngomong! Saat anak berbuat buruk rumusnya adalah banyak bertindak dan bukan banyak bicara. Sebaliknya, saat anak beruat baik, banyak bicara adalah positif.

Tindakan seperti apa? Berikan aturan yang jelas dan berikan konsekuensi yang jelas lalu tegakkan! Tegakkan aturan berarti, Anda tega, tegas, istiqomah dan konsisten dan tidak terpengaruh dengan tangisan, kerewelan, rajukan, intimidasi anak saat anak mencoba menegakkan aturan itu. 

Ketika kita menegakkan aturan,  tidak ada istilah “cinta damai”, jika melanggar bisa damai! Dengan sogokan dan lain-lain. Pun demikian juga pada anak "kamu setuju tidak hukuman yang mama berikan?" Meski anak menolak, jika sudah di awal dikomunikasikan, disosialisasikan, maka tegakkan! Karena itu ketegasan berarti penerapan konsekuensi tidaklah bergantung pada penolakan atau persetujuan anak.

Mana ada anak yang mau dihukum? jangankan anak, tidak ada satu pun manusia dewasa yang mau dihukum. Ketika polisi menilang orang yang melanggar lalu lintas tidak mungkin polisi memberi penawarn semacam ini "Anda ikhlas saya tilang?" atau ketika penjahat dipenjara pengadilan gak mungkin meminta persetujuan penjahat untuk memenjarakan dia. Atau Tuhan kita saat di pengadilan akhirat kelak, akankah berkata pada kita “bagaimana manusia, apakah kalian bersedia dimasukkan ke neraka?”

Karena itu, saat anak menolak diberikan hukuman tentu saja adalah hal yang normal. Tak ada satu pun anak yang mau menerima denga ikhlas dihukum sebagaimana kita tak ada satu pun yang mau ikhlas membayar denda tilang, dst. Tapi itulah fungsi kita orangtua untuk menegakkan rule of the games di keluarga. Fungsi rule kadang memang harus memaksa meski tidak semuanya dengan cara memaksa. Karena itu, ketika anak menolak, penerapan konsekuensi sama sekali tidak bergantung dari disetujui atau ditolak anak. Ketika kita menerapkan “no go outside” karena anak melanggar sebuah kesepakatan, ya kunci pintu rumahnya, meski anak menangis, menolak, ya biarkan. 

Ketika kita menerapkan no watching tv, ya matikan tv, sita kabelnya meskipun anak sampe meraung, bahkan menghancurkan tv tetap tidak ada tv. Cuma klo sudah merugikan penolakannya, seperti sampai merusak tv, anak harus diberikan konsekuensi tambahan lebih berat.

7 (TUJUH) INDIKATOR KEBAHAGIAAN

‎7 (TUJUH) INDIKATOR KEBAHAGIAAN
Ibnu Abbas ra menjelaskan, ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan di dunia yaitu:

1). QOLBUN SYAKIRUN, atau hati yg selalu bersyukur,

*Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yg berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yg selalu bersyukur.

2). AL-AZWAJU SHALIHAH, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

*Pasangan hidup yg sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula.

3). AL-AULADUL ABRAR, yaitu anak yg sholeh.

*Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Alloh berbahagialah orang tua yg memiliki anak sholeh/sholehah.

4). AL-BIATU SHOLIHAH, yaitu lingkungan yg kondusif untuk iman kita.

*Rasulullah menganjurkan kita utk selalu bergaul dgn orang2 sholeh yg selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.

5). AL-MALUL HALAL, atau harta yang halal.

*Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yg dimiliki. Harta yg halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dlm hidup. Berbahagialah orang yg selalu dgn teliti menjaga kehalalan hartanya.

6). TAFAKUH FID-DIEN, atau semangat utk memahami agama.

*Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Alloh dan Rasulnya. Cinta inilah yg akan memberi cahaya bagi hatinya.

7). UMUR YANG BAROKAH.

*Artinya umur yg semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dgn amal ibadah. Semakin tua semakin rindu utk bertemu dgn Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yg barokah umurnya.
Wallohu A'lam.

Followers